Penegakan Khilafah Islamiyah = Gerakan Oportunis?

Iklim di Indonesia telah terbuka. Gerakan-gerakan yang dahulu tiarap, kini dengan tanpa khawatir menampakkan diri.

Ada gerakan-gerakan yang masih mengakui dan bersedia bernaung dalam wadah NKRI, namun ada pula gerakan yang jika ditilik, konsekuensi perjuangan ini akan meniscayakan runtuhnya NKRI.

Mudah ditebak, salah satu model yang terakhir ini mengacu pada gerakan yang mencitakan berdirinya khilafah islamiyah.

Jika kita memakai logika Indonesia sebagai negara berdaulat, setiap yang berdaulat pasti akan berusaha mempertahankan kedaulatannya. Dan siapapun yang berusaha merongrong kedaulatan layak dianggap musuh utama.

Semisal Indonesia sebagai sebuah negara menyusun daftar siapa musuh-musuhnya, gerakan-gerakan semacam ini akan menghuni salah satu daftar teratas.

Kita semua mafhum, fokus tembak gerakanĀ  khilafah ini meniscayakan demokrasi perlu dihancurkan. Sedang di lain sisi, kita juga paham kalo salah satu yang hendak ditegakkan dalam demokrasi adalah kebebasan berpendapat dan berserikat. Dan disini terletak bagian menariknya.

Justru di negara dengan kebebasan berserikat (baca: demokrasi) seperti Indonesia, gerakan jenis ini diberi napas hidup. Tak usah jauh-jauh ke negara diktator, di Arab sana saja, organisasi macam ini tidak akan bebas hidup karena jelas mengusung prinsip yang tidak sejalan dengan pemerintah.

Jadi mereka dapat tumbuh justru di negara dengan sistem yang mereka tentang. Berkembang biak justru di sistem yang mereka anggap kufur absolut. Setelah dapat kesempatan hidup, alih-alih memberikan kredit, eh malah hendak menghancurkannya. Dan dalam persilatan politik sikap semacam ini sudah jelas labelnya: oportunis.

Apa yang bisa kita harapkan dari para oportunis?

Satu perihal besar mesti dipastikan pula. Andaikata khilafah itu berdiri, apakah mereka masih akan membiarkan tumbuhnya perbedaan, termasuk gerakan yang menentang khilafah, sebagaimana mereka sebagai gerakan penentang demokrasi dibiarkan tumbuh di negara demokrasi? Terus terang saya ragu.

Silahkan periksa mendalam tabiat gerakan-gerakan ini. Jika masih ada intoleransi, eksklusif, menganggap sebagai golongan terbaik dengan dalih menegakkan aturan Tuhan, menganggap sistem lain buruk absolut, berarti keraguan saya mendapatkan konfirmasi.

Artikel lain

    Tinggalkan Balasan

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.